Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘tentara’

         Pada tahun 2006 saya telah mengikuti Kursus Manejemen Dan Pertahanan di Pusliklat Jemen Badiklat Dephan dan salah satu pembicaranya adalah Bapak Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan RI), makalahnya tentang Nirmiliter, dan berikut ini  adalah intisari terhadap hal-hal yang telah Beliau paparkan  pada Suspimjemenhan.

 

Dalam UUD RI 1945 disebutkan, usaha Pertahanan    dan Keamanan Negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan  Rakyat semesta oleh TNI dan Kepolisian Negara RI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.(Pasal 30 ayat 2)

 

Pasal 8 ayat 2 UU Nomor 3) tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara menyebutkan, komponen pendukung terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, dan prasarana nasional yang langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama dan Komponen Cadangan.

 

Disebutkan, Segala sumber nasional  berupa sumber daya manusia, sumber daya alam dan buatan, nilai-nilai teknologi dan dana dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (Pasal 20 ayat 2)

 

            Dengan dasar tersebut, maka Depertemen Pertahanan mengembangkan pertahanan nirmiliter, selain merancang kebijakan dan strategi pembangunan Kekuatan TNI’ di Indonesia, pertahanan nirmiliter merupakan amanat UUD yang kita kenal Sishankamrata.

 

Indonesia mengambangkan nirmiliter berdasarkan kepada:

  1. Sishankamrata mengajak seluruh warga sebagai bagian integral pertahanan negara, dan sumber daya manusia sebagai sumberdaya  nasional yang terpenting.
  2. Rakyat ataupun manusia apapun mamanya itu menjadi bagian penting pertahanan nirmiliter karena  era sekarang, perang modern melibatkan perang otak, perang keunggulan apa yang menjadi hasil bangsa, perang daya cipta dan percaturan ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan.

 

      Teknologi, ilmu pengetahuan adalah bagian dari perang nirmiliter yang dilakukan oleh negara yang tidak memiliki sumberdaya alam sehingga para pemimpinnya memutuskan negara dan rakyat hanya bisa bertahan hidup apabila ungul dalam perang sains, teknologi dan pengetahuan, seperti Negara Jepang Singapur, Taiwan, Korea, Swiss dan Finlandia. Adalah contoh pertahanan nirmiliter yang menghasilkan devisa negara yang sangat tinggi sehingga mampu  bertahan hidup dalam system politik dan ekonomi yang serba ketat.

 

      Dephan turut serta dalam menyusun perang sumberdaya manusia dengan mengkaji apa yang harus dikembangkan di departemen-departemen lain. Seperti Diknas,  Tenaga kerja, Depkes dan Instansi Pemerintah lain yang membina dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Keterkaitan dengan sumberdaya alam dan sumber daya buatan,

Dephan menekuni kebijakan dan strategi Departeman Energi dan sumberdaya mineral, Kementrian Negara Riset dan Teknologi, Depnaker, perhubungan Perindustrian, Perikanan dan Perdagangan dan Kelautan.

Perang nirmiliter harus menjadi bagian integral dalam bertuk kerjasama yang lebih terarah dan bersinerji dari para ahli, professional, peneliti  dan semua badan penelitian dan pengembangan yang ada pada setiap departenen dan kementrian negara. Pertahanan dan keamaman bukan hanya tugas TNI dan Polri semata  melainkan harus melibatkan seluruh potensi rakyat Indonesia, dan pertahanan nirmiliter merupakan tuntutan globalisasi dalam segala bidang kehidupan manudia Indonesia.

 

Iklan

Read Full Post »