Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Budaya’

Mariam

Bersambung

 

.             Semua bangsa yang ada didunia, mutlak menjadi ketetapan kodrat, bahwa setiap bangsa atau umat mempunyai  kelebihan masing-masing. Bisa jadi kelebihan suatu bangsa atau kaum  tidak  dimiliki oleh bangsa lain.

Dalam perkembangan sejarah umat manusia telah disebutkan bahwa bangsa Yunani kuno, bangsa India, Tiongkok, Mesir kuno dan bangsa Arab telah mempunyai peradaban tinggi sebelum bangsa Eropa  maju.

Kemudian bagaimana dengan peradaban bangsa Arab dimasa lalu yang menjelma dengan sangat tinggi, tatkala khalifah Al- Mansur dari dinasti Abasiah berkuasa dan meraih puncak keemasan secara gemilang dalam bidang ilmu pengetahuan, hal ini tidak terlepas dari  perhatian usaha dan kecintaan bangsa Arab terhadap bahasnya, atau dapat dikatakan sebagai akumulasi dari hasil usaha mereka dalam melestarikan bahasa Arab jauh sebelum peradaban itu menjelma.

Bahasa Arab pada zaman Jahiliyah ada dua bentuk prosa dan syair. Prosa berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi kedudukannya tidak lebih tinggi dari syair, sehingga prosa ini kurang mendapat tempat dihati orang-orang Arab, anggapan mereka bahwa prosa tidak mengandung unsure keindahan dan seni dalam mengungkapkan apa yang hendak mereka ungkapkan. Lain lagi halnya dengan syair, bangsa Arab mempunyai ketajaman dalam menilai bahasa, keindahan dalan berucap  yang senantiasa disatukan dengan perasaan yang sangat halus yang merela miliki, sehingga mereka mampu berimajinasi dengan sangat tinggi. Faktor inilah yang menjadi modal dasar bangsa Arab untuk menggugah syair yang indah dengan berbagai tujuannya sesuai dengan apa yang sedang bergejolak dalam jiwanya. Karna menurut pandangan bangsa Arab syair merupakan puncak keindahan dalam sastra mereka dibanding dengan hasil sastra lainnya.

Syair –syair yang mereka lantunkan dapat memukau dan mempengaruhi jiwa sipendengarnya, sehingga sudah menjadi tradisi dan kebiasaan orang Arab untuk selalu menghafalkan apa yang telah mereka dengar sampai benar-benar hafal.  Kemudian syair-syair itu diajarkan kepada anak cucunya atau kerabat dalam kabilah itu  sehingga sampai kepada beberapa generasi berikutnya. Peran dan fungsi bahasa pada zaman Jahiliyah sangatlah sederhana seirama dengan kesederhanaan letak geografisnya, ketandusan wilayahnya yang menyebabkan mereka tidak dapat bertani, dan jalannya perdagangan sangat sulit dan rumit  akibat daerah yang satu dengan yang lainnya sangat berjauhan,  dan juga peperangan antar suku kerap terjadi. Hal seperti inilan membuat bahasa mereka sangat sederhana.

Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi bahasa berfungsi  untuk menggambarkan dan menceriterakan seluruh yang menjadi perjalanan  kehidupan mereka, dan ini semua mereka komunikasikan  melalui syair-syairnya.

Berikut ini tujuan-tujuan syair pada masa Jahiliyah

 1.   Tasybib adalah syair yang menceriterakan dan menggambarkan cumbu rayau, wanita dan kecantikannya, kekasihnya, tempat tinggalnya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan percintaannya.

 2.   Washfu adalah syair yang menceriterakan tentang  gambaran alam yang indah, kejadian-kejadian yang menarik yang singgah pada mereka, sifat-sifat yang baik pada seseorang, serta mensifati jalannya peperangan,

 3. Ratsa adalah syair yang digungkan untuk  mengenang jasa-jasa seseorang yang telah meninggal.

4.   Fakhr adalah syair yang digunakan untuk berbangga-banggaan tentang kelebihan dan keunggulan  yang mereka miliki dari suatu kaum, misalnya tentang keberaniannya dan kemenangan yang mereka peroleh dari suatu even

5.   Madch adalah syair yang digunakan untuk memuji seseorang dengan segala sifat baiknya, karekteristiknya dan kebesaran yang mereka miliki, seperti keadilannya, kedermawanannya, ketinggian budi pekertinya, keberanian dalam sikap yang positif, dan sifat-sifat  baik mereka dalam menerima tamu.

6.   I ’tidzar adalah syair yang digunakan dalam mengungkapkan rasa penyesalannya dan permohonan maaf akibat kesalahan dan kekeliruannya yang telah mereka perbuat

7.   Hijaa adalah syair yang digunakan untuk mencaci menjelek-jelekan lawan tentang keburukan dan kekurangannya musuh.

Ilmu Arudh adalah suatu ilmu yang menjadi barometer dalam menilai baik atau tidaknya suatu gubahan syair yang ditimbang melalui metoda arudh, apabila syair mereka   itu sesuai dengan ilmu tersebut maka  syair itu akan menjadi terkenal,  masyhur dan mendapat perhatian dan penghormatan yang sangat luar biasa seperti  syair itu dipertandingkan , dilombakan di pasar Ukaz dan Pasar Majannah  dan puncak penghormatan yang paling tinngi  dengan di gantungkan pada dinding Ka’bah yang bertintakan emas..

 

Iklan

Read Full Post »