Feeds:
Pos
Komentar

Sejarah Arab Saudi

Pada masa dahulu daerah Arab Saudi dikenal menjadi dua bagian yakni daerah Hijaz yakni daerah pesisir barat Semenanjung Arab yang didalamnya terdapat kota-kota diantaranya adalah Mekkah, Madinah dan Jeddah serta daerah gurun Najd yakni daerah daerah gurun sampai pesisir timur semenanjung arabia yang umumnya dihuni oleh suku suku lokal Arab (Badui) dan Kabilah kabilah Arab lainnya.

Pada masa awal tumbuh dan berkembangnya Islam. Wilayah ini memiliki pusat pemerintahan di Madinah dari sejak Nabi Muhammad sampai masa khalifah Utsman bin Affan. Sejak masa khalifah Ali bin Abi Thalib pusat pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak sekarang, kemudian berturut turut menjadi bagian wilayah Daulah Ummayyah, Abbasiyyah dan Utsmaniyah Turki.

Pemerintah Saudi bermula dari bagian tengah semenanjung (jazirah) Arab yakni pada tahun 1750 ketika Muhammad bin Sa’ud bersama dengan Muhammad bin Abdul Wahhab bekerja sama untuk memurnikan agama Islam yang kemudian dilanjutkan oleh Abdul Aziz Al Sa’ud atau Abdul Aziz Ibnu Su’ud dengan menyatukan seluruh wilayah Hijaz yang dulu dikuasai oleh Syarif Husain dengan Najd.

Pada tahun 1902 Abdul Aziz menguasai Riyadh dari penguasa Al-Rashid, kemudian Al-Ahsa kemudian wilayah nejed antara tahun 1913-1926. Pada tanggal 8 Januari 1926, Abdul Aziz menjadi penguasa wilayah Najd. Dengan menandatangani perjanjian di Jeddah pada tanggal 20 Mei 1927 Arab Saudi menyatakan kemerdekaannya. Pada tahun 1936 wilayah itu diresmikan sebagai Kerajaan Arab Saudi.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_ Saudi  

Iklan

MU’JIZAT

Kata mu’jizat menurut bahasa, ialah ”melemahkan” atau “segala sesuatu yang melemahkan”.Dan kata mu’jizat menurut istilah atau yang lazim di pakai oleh para ulama agama, ialah keadaan-keadaan dan kejadian-kejadian yang menyalahi kebiasaan atau yang luar biasa yang terbit atau yang dikakukan oleh seorang nabi atau rasul Allah, atau di waktu ia mendakwakan dirinya selaku nabi atau rasul Allah, atau diwaktu sesudah itu yang dapat melemahkan kekuatan atau kesanggupan manusia, baik kekuatan zhahir maupun bathin, baik kekuatan rahani atau kekuatan jasmani, sehingga seluruh manusia tidak akan mampu menerbitkannya  untuk membandingi atau menyerupainya, apalagi menolak dan menentangnya.

Atau dengan kata lain, mu’jizat ialah sesuatu yang luar biasa yang terjadi pada diri seorang nabi atau rasul Allah dalam rangka mendakwakan dirinya sebagai nabi atau rasul Allah yang mana tidak akan mampu seseorang manusia pun menerbitkannya yang semisalnya. Dalam Al- Qur’an kata ”mu’jizat” itu tidak ada, dan demikian pula dalam hadist. Menurut Al-Qur’an, mu’jizat itu dimanakan dengan “ayat” atau “burhan” yang artinya “tanda” atau ” bukti”  keterangan yang jelas. Dan para ulama menamakan mujizat itu dengan ” tanda -tanda kenabian”

 

Sumber: Moenawar Cholil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, Jld ke 8 hal 129.

1.    Nabi yang shalih :  Nabi Ibrahim ‘alaihissalam merupakan sosok nabi yang shalih, telah dikisahkan dalam Al-Quran sifat dan perjuangan beliau dalam meyakini keesaan Tuhannya, keteguhan dalam menjalankan perintahnya,  bagaimana kesibukannya beliau dalam berdakwah yang penuh dengan tantangan dan rintangan yang sangat berat, kesabaran dan tawakal lah yang menjadi modal dasar beliau dalam melaksanakan dakwahnya,beliaupun sebagai suami yang sangat mencintai dan mengasihi keluarganya, digambarkan ketika ia harus meninggaklan istrinya siti Hajar, Ia pasrahkan permasalahaannya dan ia komunikasikan kepada Allah  swt” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak punya tanam- tanaman di dekat Rumah Engkau (Baitullah yang dihormati. QS Ibrahim, 14:37

2.    Wanita shalih : Maryam adalah sosok wanita shalihah yang dikisahkan dalam Al-Quran. Wanita anak Imran ini senantiasa selalu menjaga  kehormatan lahiriyah dan batiniahnya, bahkan ia memilih untuk menyepi  guna menjaga kehormatan dirinya.

3.    Pemuda shalih : Ashhabul Kahfi, mereka adalah pemuda-pemuda yang shalih yang telah berhijrah, menjauhi dari kekejaman, kedzaliman para penguasa di zamannya, pemuda-pemuda ini telah mempertahankan akidah yang mereka yakini . Pada akhir nya pemuda-pemuda ini lari kegua dan Allah menidurkan mereka selama beratus-ratus tahun.

4.    Anak shalih: Ismail a.s  anak  Nabi Ibrahim a.s, puncak prestasi dari nabi Ismail ini   adalah keshalihan  sikapnya dalam menerima berita tentangnya yang harus  disembelih dan ini perintah Tuhannya yang harus dilaksanakan oleh ayahnya sendiri yang amat ia cintai, perintah ini, ia imani sebagai penghambaan kepada sang pencipta dengan rasa  sabar, tegar , ridha, pasrah yang sangat luar biasa,  seberat apapun ia terima.

5.    Istri shalih: Istri Firaun, ia bagian keluarga dari firaun tetapi mampu menjadi wanita yang sangat shalihah, suci dari hawa nafsu firaun serta beriman kepada Allah , Ia berperan menyelamatkan Musa a.s dari ancaman firaun , yang telah diatur oleh Allal swt, ia sangat berharap masuk sorga dan selalu berdoa “ Ya Robbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah disisiMu dalam sorga, dan selamatkan aku dari perbuatan firaun  yang sanyat keji, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim QS At-Tahrim, 66:11

6.    Penguasa Shalih :Tidak ada orangpun yang punya kekuasaan seperti nabi Sulaiman a.s , tetapi kekuasaannya itu justru membuatnya semakin shalih, dan ia selalu berkata,  bahwa ini adalah karunia Robbku, untuk menguji, apakah aku bersyukur atau inkar ” QS An-Naml 27:40

7.    Pejabat Shahih Yusuf  beliau memimpin jabatan yang basah tetapi tidak terfitnah, beliau mempunyai dua sifat yang terpuji. Beliau eksis sebagai dirinya sendiri tanpa terpengaruh oleh berbagai kepentingan.orang lain, bekerja secara profesianal, tidak terpengaruh oleh kepentingan ambisi politiknya.

8.    Militer shalih: Thalut ; Ia diangkat menjadi panglima perang, padahal sebelumnya ia tidak terlalu dikenal, apalagi kaya, tetapi karena keshalihannya, kekuatan fisiknya dan kecerdasannya, Allah memilihnya dan menentukannya  sebagai panglima yang handal.

9.    Ilmuan yang shalih. Dzulkarnaen, ia terkenal sebagai ilmuan yang pandai dizamannya, beliau membawa ilmu barunya  yang belum terkenaloleh penduduk yang mendiami diantar dua buah gunung, saat itu ada dua bangsa ‘yajuz dan Majuz yang suka membuat kerusakan di muka bumi, dengan izin Allah beliau mampu menumpas mereka dengan ilmu dan keahliannya yaitu membuat benteng dari besi dan tembaga.

 

 

 

 

            Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rassulnya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dam memasukan kamu kedalam sorga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai dan ( memasukan kamu) ketempat tinggal yang baik di dalam sorgs ‘Adnan itulah keberuntungan yang besar.

Dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai( yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya dan disampaikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Semua manusia berharap meraih kesuksesan ( al-falah) dalam hidupnya, dan akan menjalani kehidupan ini pada dua alam. Kemenangan di dua alam ini tidak dapat dipisahkan antara keduanya, seperti dalam firman Allah ;” Barang siapa yang buta hatinya didunia, niscaya di akhirat nanti akan lebih buta lagi”. Kemenangan tidak akan bisa dicapai atau diperoleh dengan tiba-tiba, tetapi dengan sebuah pencapaian yang harus direncanakan dengan matang. Perencanaan yang matang  itu sangat dipengaruhi  oleh factor sejauh mana ketersediaan informasi dalam memprediksi kedepan. Sedangkan  masa depan tanpa perencanaan dan ridho Allah, mustahil akan mendapat kesuksesan, Dalam membangun sebuah kesuksesan ,diperlukan pemikiran yang sangat cemerlang bagaimana agar dapat meningkatkan SDM,  seperti mampu berfikir strategis,  berfikir tentang hal-hal yang besar, dan berbuatlah sekarang juga.

Makna kemenangan dan sukses dunia akhiat.

            Mungkin kita perlu mencari tahu untuk mengetahui makna diri kita yang paling dalam, hal-hal apa saja yang dianggap mampu menggerakan diri kita untuk melakukan hal-hal yang besar serta kemenangan-kemenangan apa yang kita harapkan. Banyak pejuang islam dalam mengelola hidupnya telah rela berkorban untuk berjuang di jalan Allah. Kesuksesan itu ada yang bersifat jangka panjang dan jangka pendek. Sukses yang bersifat jangka pendek adalah kesuksesan di dunia, dan sukses yang bersifat jangka panjang adalah kesuksesan dineneri akhirat.

          Sukses bersifat jangka panjang. Makna sukses akhirat adalah sebagaimana difirmankan pada QS Ashshoff 61:12” Maka Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukan ke dalam sorga yang indah .

Dan makna sukses yang lain adalah QS Al –IMRAN, 3 : 186Jika seseorang  dijauhkan dari api meraka dan dimasukan dalam sorga itulah orang-orang yang sukses.

 Gambaran sukses di negeri akhirat menurut Al –Qur’an dapat dikelompokan menjadi empat bagian.

  Pertemuan dengan Allah (liqaai rabbihii)

 –  Mendapatkan ampunan dari keselahannya

  Terbebas dari api neraka

  Tinggal di sorga dengan berbagai keindahannya.

Sukses Bersifat jangka pendek

Makna sukses dunia adalah bagaimana Allah swt bersabda” Dan adalagi yang lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat QS Ash-shaff 61: 13. Apa yang selalu kita ucapkan dalam doa” Aa tinaa fid-dunyaa hasanah”. Kemudian gambaran sukses didunia menurut beberapa buku dikelompokam menjadi 14 macam kesuksesan .

Peningkatan karier,Kesehatan,peningkatan keuangan,percaya diri dan keteguhan hati,kepribadian dan pergaulan dengan orang lain, pendidikan, kebahagiaan, kedamaian, mempunyai keteraturan merencanakan program, disiplin dan penguasaan diri,cinta dalam kehidupan keluarga, mampu bertanggung jawab, mampu menjalin persahabatan, bermanfaat bagi orabg lain, mampu mengaitkan kehidupan dengan kematian.

Orang yang ingin sukses, sehasusnya memiliki keinginan yang ingin dicapai, sesuatu itu adalah ccita-cita kita. Cita-cita yarus mampu menggambarkankebahagiaan dan kesenangan yang ingin kita perokeh. Keinginan yang besar/ visi pribadi yang baik seharusnya dapat memberikan, dorongan , semangat dan inspirasi, semakin jelas cita-citaakan semakin kuatdorongan dan semangat dan termotivasi untuk berusaha mencapainya.

Kihidupan ini penuh dengan tantangan, setiap orang yang  menghadapi berbagai masalah, baik masalah yang spesifik/ masalah umum yang selalu dihadapi bergagai problem hidup dan bergagai kondisi, tantangan, konflik, kompetisi, kompleksitas, tetapi sebaiknya problem yang rumit ini agar dapat dimanfaatkan menjadi peluang yang memihak kita dengan firmannya” Kami memberimu minum dari air susu yang bersih antara kotoran dan darah.

Untuk mengubah kondisi yang menantang menjadi suatu peluang kita, maka kita perlu menyiapkan  empat modal dasar utama, antara lain Spiritual, Emosional, intelektual, fisik. Penguasaan dan penggunaan teknologi relevan dibidang masing-masing mampu merubah suaru kondisi dan kendala yang berupa perubahan menjadi peluang yang baik berupa kemenangan dunia dan akhirat.

 Dalam menghadapi kondisi yang menyulitkan kita harus mampu memilih yang terbaik  mengasah dan mengatur hidup kita, harus mampu menjalani suatu program melatihan untuk membuat suatu kebiasaan kita yang sangat positif untuk perubahan diri kita. Dengan caraharus mampu menyusun kurikukum hidup kita dalam suatu pembelajaran agar tercapai apa yang kita cita-citakan adalah kemenangan yang hakiki dalam pandangan Allah ( al Falah). Kemudian adanya pendidikan diri, dan belajar mandiri.

Perubahan diri dapat dicapai dengan cara, antara lain :membaca, mendengan, belajar, berbicara dengan diri sendiri,berjanji dengan diri sendiri,beribadah,berdoa, tawaqal kepada Allah dan bertobat.

 

 

 Mariam

                        Bahasa Arab mempunyai ciri-ciri  kekhususan yang tidak terdapat pada bahasa-bahasa lainnya. Kemudian dari kekhususannya ini menjadikan bahasa Arab  sebuh bahasa yang felksibel, mempunyai elastisitas yang tinggi, maka dalam  menjalankan dan mempertahankan fungsinya sebagai bahasa komunikasi, sarana dalam penyampaian tujuan agama, pencatatan berbagai ilmu pengetahua, telah mampu disampaikan dengan mudah dan benar.

Berikut ini adalah yang merupakan keistimewaan bahasa Arab, antara lain :

A. Isytiqaq

            Yang dimaksud dengan isytiqoq adalah pengambilan sighot (bentuk kata) dari sighot yang lain, karena ada persamaan baik dari segi bentuk, maknanya maupun strukturnya dengan beberapa tambahan tertentu yang telah ditetapkan.

Ada dua pendapat ulama mengenai isytiqok ini, antara lain :

1. Ulama Bashrah bahwa sumber isytqoq adalah masdar

2. Ulama Kufah bahwa sumber isytiqaq adala kata kerja (fi`il).

    Isytiqoq menurut ulama bahasa di bagi tiga macam, antara lain:a.      

    a.  Isytiqoq shogir yang aplikasinya melalui tasrif yang kita kenal selama ini yaitu pengembangan lafadz  dari       lafadz  asli dengan syarat adanya kecocokan dari segi makna, huruf dan juga urutannya

Sebagai contoh : 

:    ضرب     ضارب  – مضروبb. Istiqoq kabir disebut juga al-qalb al-luqhawi, yaitu adanya persamaan antara dua kata, baik dari segi lafadz maupun dari segi makna, akan tetapi tidak sama dalam urutan huruf sebagai contoh :

حمد – مدح  

  جبد    جدب  

c. Isytiqoq Akbar disebut juga al-ibdal al-liqhawi, yaitu menukar suatu huruf yang lain. dalam proses ini huruf yang mengalami pertukaran tidak disyaratkan memiliki makhroj yang sama. Boleh saja terjadi pada setiap hurufkarena yang penting disini adanya kesesuaian makna antara dua lafadz,

sebagai contoh kata :

السراط –  الصراط

yang memiliki makna suatu dengan dua lafadz yang berbeda.

      Isytiqoq al-Kibar atau an-naht (penyingkatan)

An-Naht adalah membuat kata baru yang ambil dari dua unsur kata yang berbeda atau lebih tetapi tetap menunjukan pada makna yang diambil baik berupa isim dan fi`il. Perkembangannya harus sesuai dengan kaidah (wazan) bahasa arab yang terdapat dalam tashrif, sebagai contoh :

بسمله –  حمدله

      Ta`rib (arabisasi)

Yang dimaksud dengan ta`rib disini yakni kata asing yang diambil kedalam bahasa arab, dalam proses ta`rib mungkin terjadi pengurangan, penambahan penukaran sehingga bahasa tersebut menjadi bahasa arab asli sebagai contoh dari kata yang terdapt penambahan dan penukaran : kata (kulit hitam) berasal dari bahasa Persia ditambah alif dan ha ditukar dengan huruf jim.

Lanjut Baca »

Bangsa Arab sangat gemar menggubah syair, mereka memandang bahwa setiap penyair mempunyai kedudukan yang sangat penting dan terhormat di dalam masyarakat, manakala ia telah mampu mengangkat derajat kaumnya atau kabilahnya melalui gubahan syair-syairnya. Mengingat perannya yang begitu penting dalam suatu tatanan dalam masyarakat jahili, maka para penyair mempunyai  banyak fungsi, diantaranya :

1.      Sebagai pemberi semangat, dorongan dan motifasi kepada pasukan yang akan berperang , sehingga  diharapkan dorongan dan motifasi yang dikobarkan penyair lewat syairnya mampu mempengaruhi  jiwa dan semangat pasukan yang  berperang diharapkan nantinya akan mendapatkan kemenangan yang gemilang

.

2.      Sebagai Pemberi dukungan terhadap kontestan yang akan dipilih atau  diangkat sebagai ketua adat, atau  kepala kabilah. Bila seorang penyair  telah mempunyai status social yang tinggi, syair-syairnya popular dan terkenal, maka penyair ini akan lebih mudah mempengaruhi  jiwa  sipemilih  sehingga diharapkan akan mendapat perolehan suara yang terbanyak bagi kontestan yang diunggulkan penyair itu.

 

3.       Seringkali  terjadi antar kabilah itu berperang, dan selalu memakan waktu  yang cukup lama, korban yang tidak sedikit, kerugian-kerugian lainnya yang telah  mereka terima, kemudian, acapkali sering mengalami kebuntuan dalam mencari jalan penyelesaiannya. Maka dengan kefasihan bahasa syairnya,   seorang penyair  dalam melantunkan syairnya,, ia mampu mempengaruhi kubu-kubu yang sedang bertikai. Berbagai pergolakan  dalam konflik dapat dilumpuhkan dengan cara  memberikan gambaran –gambaran kenyamanan jiwa yang damai, nasihat-nasihat, memberikan penjelasan-penjelasan dari suatu kerugian yang diakibatkan peperangan dan lain sebagainya.

 

Dalam buku Tarikhul Adab Al- lughah jilid 1  mencontohkan, sebagai berikut ;

 

Al -Aasyah  adalah seorang penyair yang hidup di zaman Jahili dan  sangat terkenal kefasihan bahasa syairnya.  Ketika penyair ini mendengar dakwah Nabi Muhammad dan kedermawanannya beliau, maka penyair ini datang ke Makah untuk menemui  Nabi . Berita kunjungan Al- Aasyah ini terdengar oleh Abu Sufyan ( pada saat itu ia belum masuk islam), Abu Sufyan ini samgat merasa takut  dengan kunjungannya Al-Aasyah itu akan tersiar keagungan islam dengan kefasihannya syair Al-Aasyas. Kemudian Abu Sufyan ini memdatangi pemuka-pemuka Quraisy dan berkata :

”Demi Allah jika Al-Aasyah ini sampai jadi pengikut Muhammad, maka orang ini akan mampu mempengaruhi penduduk arab dengan syairnya. Maka sebaiknya kumpulkan seratus unta untuk Al-Aasyah agar ia tidak menjadi pengikut Muhammad.Anjuran Abu Sufyan ini di ikuti oleh pemuka Quraisy dan mereka memberikannya kepada Al-Aasyah seratus ekor unta.Sehingga ia pulang kekampung halamannya sebelum menenui Muhammad saw.

Mariam

Bersambung

 

.             Semua bangsa yang ada didunia, mutlak menjadi ketetapan kodrat, bahwa setiap bangsa atau umat mempunyai  kelebihan masing-masing. Bisa jadi kelebihan suatu bangsa atau kaum  tidak  dimiliki oleh bangsa lain.

Dalam perkembangan sejarah umat manusia telah disebutkan bahwa bangsa Yunani kuno, bangsa India, Tiongkok, Mesir kuno dan bangsa Arab telah mempunyai peradaban tinggi sebelum bangsa Eropa  maju.

Kemudian bagaimana dengan peradaban bangsa Arab dimasa lalu yang menjelma dengan sangat tinggi, tatkala khalifah Al- Mansur dari dinasti Abasiah berkuasa dan meraih puncak keemasan secara gemilang dalam bidang ilmu pengetahuan, hal ini tidak terlepas dari  perhatian usaha dan kecintaan bangsa Arab terhadap bahasnya, atau dapat dikatakan sebagai akumulasi dari hasil usaha mereka dalam melestarikan bahasa Arab jauh sebelum peradaban itu menjelma.

Bahasa Arab pada zaman Jahiliyah ada dua bentuk prosa dan syair. Prosa berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi kedudukannya tidak lebih tinggi dari syair, sehingga prosa ini kurang mendapat tempat dihati orang-orang Arab, anggapan mereka bahwa prosa tidak mengandung unsure keindahan dan seni dalam mengungkapkan apa yang hendak mereka ungkapkan. Lain lagi halnya dengan syair, bangsa Arab mempunyai ketajaman dalam menilai bahasa, keindahan dalan berucap  yang senantiasa disatukan dengan perasaan yang sangat halus yang merela miliki, sehingga mereka mampu berimajinasi dengan sangat tinggi. Faktor inilah yang menjadi modal dasar bangsa Arab untuk menggugah syair yang indah dengan berbagai tujuannya sesuai dengan apa yang sedang bergejolak dalam jiwanya. Karna menurut pandangan bangsa Arab syair merupakan puncak keindahan dalam sastra mereka dibanding dengan hasil sastra lainnya.

Syair –syair yang mereka lantunkan dapat memukau dan mempengaruhi jiwa sipendengarnya, sehingga sudah menjadi tradisi dan kebiasaan orang Arab untuk selalu menghafalkan apa yang telah mereka dengar sampai benar-benar hafal.  Kemudian syair-syair itu diajarkan kepada anak cucunya atau kerabat dalam kabilah itu  sehingga sampai kepada beberapa generasi berikutnya. Peran dan fungsi bahasa pada zaman Jahiliyah sangatlah sederhana seirama dengan kesederhanaan letak geografisnya, ketandusan wilayahnya yang menyebabkan mereka tidak dapat bertani, dan jalannya perdagangan sangat sulit dan rumit  akibat daerah yang satu dengan yang lainnya sangat berjauhan,  dan juga peperangan antar suku kerap terjadi. Hal seperti inilan membuat bahasa mereka sangat sederhana.

Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi bahasa berfungsi  untuk menggambarkan dan menceriterakan seluruh yang menjadi perjalanan  kehidupan mereka, dan ini semua mereka komunikasikan  melalui syair-syairnya.

Berikut ini tujuan-tujuan syair pada masa Jahiliyah

 1.   Tasybib adalah syair yang menceriterakan dan menggambarkan cumbu rayau, wanita dan kecantikannya, kekasihnya, tempat tinggalnya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan percintaannya.

 2.   Washfu adalah syair yang menceriterakan tentang  gambaran alam yang indah, kejadian-kejadian yang menarik yang singgah pada mereka, sifat-sifat yang baik pada seseorang, serta mensifati jalannya peperangan,

 3. Ratsa adalah syair yang digungkan untuk  mengenang jasa-jasa seseorang yang telah meninggal.

4.   Fakhr adalah syair yang digunakan untuk berbangga-banggaan tentang kelebihan dan keunggulan  yang mereka miliki dari suatu kaum, misalnya tentang keberaniannya dan kemenangan yang mereka peroleh dari suatu even

5.   Madch adalah syair yang digunakan untuk memuji seseorang dengan segala sifat baiknya, karekteristiknya dan kebesaran yang mereka miliki, seperti keadilannya, kedermawanannya, ketinggian budi pekertinya, keberanian dalam sikap yang positif, dan sifat-sifat  baik mereka dalam menerima tamu.

6.   I ’tidzar adalah syair yang digunakan dalam mengungkapkan rasa penyesalannya dan permohonan maaf akibat kesalahan dan kekeliruannya yang telah mereka perbuat

7.   Hijaa adalah syair yang digunakan untuk mencaci menjelek-jelekan lawan tentang keburukan dan kekurangannya musuh.

Ilmu Arudh adalah suatu ilmu yang menjadi barometer dalam menilai baik atau tidaknya suatu gubahan syair yang ditimbang melalui metoda arudh, apabila syair mereka   itu sesuai dengan ilmu tersebut maka  syair itu akan menjadi terkenal,  masyhur dan mendapat perhatian dan penghormatan yang sangat luar biasa seperti  syair itu dipertandingkan , dilombakan di pasar Ukaz dan Pasar Majannah  dan puncak penghormatan yang paling tinngi  dengan di gantungkan pada dinding Ka’bah yang bertintakan emas..