Feeds:
Pos
Komentar

Check out my Slide Show!

Agama

Kata “Agama” dalam bahasa Indonesia sama dengan kata “Diin “ dalam bahasa Arab dan Samit. la religion (Prancis) de religie (Belanda). Perkataan agama berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti “ tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi, dan turun temurun” dan kata “diin” mengandung arti ”menguasai, menundukan, patuh, utang, balasan atau kebiasaan”. Din juga mempunyai artian “membawa peraturan –peraturan berupa hukum yang harus dipatuhi, baik dalam bentuk perintah yang wajib dilaksanakan ataupun larangannya yang harus ditinggalkan dan pembalasan”. Kata din mempunyai berbagai makna dan kontek ,antara lain:

1. Pembalasan, undang-undang duniawi atau peraturan yang dianutnya. Agama yang datang dari Allah SWT adalah agama yan dibawa oleh Rasulullah sebagai agama yang benar.
2.Unsur –unsur yang melekat pada keagamaan,
Adanya kekuatan gaib. Manusia merasa dirinya lemah dan membutuhkan kepada kekuatan gaib, itu sebagai tempat memohon pertolongan. Manusia harus selalu mengadakan kontak atau hubungan baik dengan kekuatan ghaib tsb dengan mematuhi adanya yang kudus dan suci
3.Paham adanya yang kudus dan suci
Keyakinan manusia bahwa kesejahteraan didunia dan kebahagian hidupnya diakhirat tergantung pada adanya hubungan baik dengan kekuatan gaib yang dimaksud, tanpa adanya hubungan baik itu, manusia akan sengsara hidup didunia dan di akhirat.
4.Respons yang bersifat emosional dari manusia, baik dari bentuk perasaan takut atau perasaan cinta, selanjutnya respons itu mengambil bentuk pemujaan dan penyembahan dan tata cara hidup tertentu bagi masyarakat bersangkutan.
Kelompok Agama
Dalam mengelompokan agama terdapat beberapa versi, antara lain:
1. Pengelompokan menurut sifat dan kondisi masyarakat, penganutnya yaitu agama primitive yang dianut oleh masyarakat ptrimitif dan agama-agama yang dianut oleh masyarakat yang sudah maju atau masyarakat yang telah meninggalkan fase keprimitifannya, seperti agama monoteisme dan agama tauhid. Agama agama yang terdapat pada masyarakat primitive ialah dinamisme, animisme, politeisme dan henoteisme.
a. Dinamisme adalah suatu paham yang mempercayai adanya benda-benda tertentu yang mempunyai kekuatan gaib dan berpengaruh kepada kehidupan pribadinya sehari-hari.
b.Amimisme adalah agama yang mempercayaai bahwa tiap-tiap benda baik yang bernyawa ataupun tidak bernyawa, ini bentuk agama yang tertua di dunia
c. Politeisme adalah kepercayaan kepada dewa-dewa, setiap dewa mempunyaitugas tertentu. Bila dewa itu berpengaruh besar dalam kehidupan manusia maka dewa itu akan dihormati, dan dipuja sedangkan dewa yang lainnya di tinggalkan
2. Pengelompokan agama berdasarkan negara atau benua, dari mana agama itu berasal. Agama Mesir Kuno, agama Yunani Kuno, agama Jepang, agama Romawi Kumo, Agama Cina, Agama Persia, Agama India dan Agama Semitik (Yahudi Nasrani, dan Islam)
3.Agama Wadhi (agama alamiah) dan agama Samawi.
Agama Wadhi adalah agama yang timbul diantara manusia sendiri dan lingkungan, dimana mereka tinggal dan hidup, seperti :Hindu, Budha, Kong Hu Cu dan Sinto
Agama samawi adalah agama yang diturunkan Allah SWT agar menjadi petunjuk manusia, seperti agama Yahudi, agama Nasrani dan agama Islam.
Islam adalah agama Samawi yang paling akhir diturunkannya yang diwahyukan Allah SWT kepada Muhammad SAW agar disampaikan keseluruh umat manusia di dunia . Agama Islam bersifat universal yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Kitab suci Al-Qur’an, merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad dengan perantara Malaikat Jibril. Al-Quran sebagai firman Allah SWT membawa yang hak yang abadi dan membenarkan kitab-kitab suci yang turun sebelumnya, dan Al-Quran pula menyempurnakan kitab-kitab yang turun sebelumnya.

Materi Pemikiran Islam

Isu-isu Pertahanan Global

Kemajuan teknologi informasi, telekomunikasi dan transportasi, sangat mempengaruhi terhadap terjadinya suatu perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia , seperti politik, ekomomi , sosial budaya, keamanan dan pertahanan yang didukung dengan corak masyarakat dunia yang transparan dan terbuka, faktor-faktor tersebut memberi peluang terhadap terjadinya suatu perubahan penetrasi nilai-nilai universal yang kemudian berinteraksi dengan nilai-nilai fundamental suatu bangsa dan negara, yang pada akhirnya membentuk suatu masyarakat global.
Dinamakan masyarakat global, ditandai adanya saling ketergantungan antar bangsa, adanya persaingan yang ketat dalam suatu kompetisi dan dunia cenderung berkembang kearah perebutan pengaruh antar bangsa, baik lingkup regional, ataupun lingkup global. Dampak dari perubahan yang terjadi pada lingkup regional ataupun lingkup global tersebut , ikut mempengaruhi perubahan terhadap situasi keamanan dunia dengan munculnya isu-isu keamanan baru, dari adanya ancanan terorisme, perampokan dan pembajakan, penyelundupan manusia dan dari berbagai penyakit menular, seperti ,flu burung, dan yang lainsebagainya. Sekarang tidak hanya lagi menonjolkan perkembangan kekuatan militer dan persenjataan yang stretegis saja. Isu-isu ini mengalami peningkatan yang cukup tajam dan berkembang sehingga menjadi isu dunia, mengapa demikian karma bentuk-bentuk kejahatan semakin kompleks yang dikendalikan oleh aktor- akror jaringan lintas negara yang sangat rapih dan kuat dalam segi pendanaannya, teknologi dan pengetahuannya yang sangat handal.
Di samping menghadapi isu-isu keamanan global, juga menghadapi isu-isu keamanan domestic (separatis bersenjata) radikalisme dan konflik komunal yang melanda sejumlah negara berkembang termasuk Indonesia. Isu-isu keamanan dunia yang semakin kompleks tersebut sangat memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.Sejalan dengan perkembangan global, Indonesia sedang berlangsung mengalami suatu proses perubahab, melalui bentuk gerakan reformasi yang terjadi diseluruh wilayah Indonesia pada segenap aspek yang memungkinkan tatanan kehidupan masyarakat yang demokratis, adil, beradab dan sejaktera dapat terwujud.
Keterkaitan dengan berlangsung proses perubahan global, regional dan domestik telah membentuk suatu ancaman, dan gangguan keamanan Indonesia yang kompleks dan multi dimensi. Kondisi seperti ini tidak boleh diabaikan tetapi harus segera diatasi agar stabilitas keamanan domestic dapat tercapai dengan terselenggaranya pembangunan nasional yang jujur,adil dan berwibawa.
Kebijakan pertahanan negara disusun berdasarkan kondisi objektif yang dihadapi Indonesia dengan berpijak kepada perkembangan dalam kontek strategi baik global ataupun regional. Isu keamanan Indonesia yang dihadapi saat ini sangat komplek dan berdampak serius terhadap keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan bangsa.Ancaman yang betul-betul nyata yang dihadapi bangsa Indonesia ini seperti lintas negara atau pun yang terjadi didalam negeri sendiri. Isu-isu keamanan tersebut perlu penanganan yang serius dan mendesak dan sebagai prioritas dalam kebujakan pertahanan
Keamanan global dan regional antar negara memerlukan keterlibatan aktif semua negara dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia dalam bentuk usaha kerjasama antar negara. Seperti mencegah terjadinya ancaman terorisme serta kejahatan antar negara.
Disamping mengadakan bentuk kerjasama dalam mengatasi berbagai isu kejahatan tidak kalah penting harus ada kerjasama antar negara yang diwujudkan dengan prinsip saling percaya dan saling menghormati hak kedaulatan negara masing-masing dan tidak saling mengintervensi urusan internal negara lain. Indonesia, kerjasama keamanan dengan negara lain berdasarkan kepada politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif sebagai negara merdeka dan berdaulat, adapun sasarannya adalah untuk mewujudkan keamanan kawasan dan perdamaian dunia.
Pencapaian sasaran dalam penyelenggaraan pertahanan negara memerlukan dekungan semua fihak dan segenap komponen yang dimiliki bangsa sebagai wujud dari hak dan kewajiban setiap warga negara dalam membela negara, peran aktif seluruh komponen bangsa dalam penyelenggaraan pertahanan negara merupakan kekuatan bangsa Indonesia lalam mempertahankan tetap tegak dan eksisnya NKRI.

Materi Suskat Eksekutiv Tentang Pertahanan
di Pusjemen Badiklat Dephan

Manage Personal live

Mengelola kehidupan pribadi (Munazham fii syu’nihi)

Kiat- kiat dalam mendapatkan kesuksesan dalam beramal shalih, maka hasus ada upaya-upaya pengelolaan dalam kehidupan pribadi, antara lain:

  1. Ada tujuan dan target yang spesifik dalam bekerja
  2. Pandai memanfaatkan waktu
  3. Mampu membedakan sesuatu yang bermanfaat dan tidak
  4. Selalu melakukan perbaikan dalam beraktifitas
  5. Pekerjaan selalu dilakukan dengan rencana tidak dengan spontanitas
  6. Setiap pekerjaan selalu dilakukan dengan tuntas dan baik
  7. Mampu melakukan aktifitas yang bermanfaat
  8. Pekerjaan selalu berorientasi kepada inovasi dan kreatifitas
  9. Semua pekerjaan didasarkan kepada amal salih

         Pada tahun 2006 saya telah mengikuti Kursus Manejemen Dan Pertahanan di Pusliklat Jemen Badiklat Dephan dan salah satu pembicaranya adalah Bapak Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan RI), makalahnya tentang Nirmiliter, dan berikut ini  adalah intisari terhadap hal-hal yang telah Beliau paparkan  pada Suspimjemenhan.

 

Dalam UUD RI 1945 disebutkan, usaha Pertahanan    dan Keamanan Negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan  Rakyat semesta oleh TNI dan Kepolisian Negara RI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.(Pasal 30 ayat 2)

 

Pasal 8 ayat 2 UU Nomor 3) tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara menyebutkan, komponen pendukung terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, dan prasarana nasional yang langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama dan Komponen Cadangan.

 

Disebutkan, Segala sumber nasional  berupa sumber daya manusia, sumber daya alam dan buatan, nilai-nilai teknologi dan dana dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (Pasal 20 ayat 2)

 

            Dengan dasar tersebut, maka Depertemen Pertahanan mengembangkan pertahanan nirmiliter, selain merancang kebijakan dan strategi pembangunan Kekuatan TNI’ di Indonesia, pertahanan nirmiliter merupakan amanat UUD yang kita kenal Sishankamrata.

 

Indonesia mengambangkan nirmiliter berdasarkan kepada:

  1. Sishankamrata mengajak seluruh warga sebagai bagian integral pertahanan negara, dan sumber daya manusia sebagai sumberdaya  nasional yang terpenting.
  2. Rakyat ataupun manusia apapun mamanya itu menjadi bagian penting pertahanan nirmiliter karena  era sekarang, perang modern melibatkan perang otak, perang keunggulan apa yang menjadi hasil bangsa, perang daya cipta dan percaturan ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan.

 

      Teknologi, ilmu pengetahuan adalah bagian dari perang nirmiliter yang dilakukan oleh negara yang tidak memiliki sumberdaya alam sehingga para pemimpinnya memutuskan negara dan rakyat hanya bisa bertahan hidup apabila ungul dalam perang sains, teknologi dan pengetahuan, seperti Negara Jepang Singapur, Taiwan, Korea, Swiss dan Finlandia. Adalah contoh pertahanan nirmiliter yang menghasilkan devisa negara yang sangat tinggi sehingga mampu  bertahan hidup dalam system politik dan ekonomi yang serba ketat.

 

      Dephan turut serta dalam menyusun perang sumberdaya manusia dengan mengkaji apa yang harus dikembangkan di departemen-departemen lain. Seperti Diknas,  Tenaga kerja, Depkes dan Instansi Pemerintah lain yang membina dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Keterkaitan dengan sumberdaya alam dan sumber daya buatan,

Dephan menekuni kebijakan dan strategi Departeman Energi dan sumberdaya mineral, Kementrian Negara Riset dan Teknologi, Depnaker, perhubungan Perindustrian, Perikanan dan Perdagangan dan Kelautan.

Perang nirmiliter harus menjadi bagian integral dalam bertuk kerjasama yang lebih terarah dan bersinerji dari para ahli, professional, peneliti  dan semua badan penelitian dan pengembangan yang ada pada setiap departenen dan kementrian negara. Pertahanan dan keamaman bukan hanya tugas TNI dan Polri semata  melainkan harus melibatkan seluruh potensi rakyat Indonesia, dan pertahanan nirmiliter merupakan tuntutan globalisasi dalam segala bidang kehidupan manudia Indonesia.

 

Manusia Sebagai Pribadi

Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana  untuk dibicarakan, karna manusia banyak memiliki  keunikannya maka keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia, ataupun sebaliknya, begitu banyak permasalahan yang ditimbulkannya maka permasalahan merupakan masalah sekaligus manusia mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dalam berbagai kehidupan. Manusia sulit difahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi juga manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri.

            Arti pribadi menurut lughah adalah mandiri, sendiri. Dan arti pribadi menurut istilah ialah manusia mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya.

Allah Yang Maha Kuasa telah memberikan akal budi, manusia tahu apa yang harus dilakukannya, mengapa harus melakukannya, karena manusia adalah mahluk hidup, yang mampu memberdayakan akal budinya, maka manusia mempunyai berbagai kemampuan, mampu berfikir, berkreasi, berinovasi ,memberdayakan kekuatannya sehingga manusia tidak pernah berhenti untuk berkembang dalam mengembangkan dirinya sebagai suatu upaya dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam mengaktualisasikan sebagai indifidu.

Berkaitan dengan hal tersebut Abraham Maslow dalam salah satu teorinya menyatakan “Manusia banyak mempunyai kebutuhan,dan kebutuhan itu menyangkut kebutuhan akan kekuatan,lahir bathin, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan menjadi anggota kelompok, kebutuhan ego, serta kebutuhan untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan dirinya”

            Maka, manusia dalam mengaktualisasikan dirinya secara nandiri, dibutuhkan suatu proses pembelajaran beserta latihan  yang terus-menerus dalam meraih perestasinya yang  mengarah kepada sesuatu yang menjadi visi dan misi hidupnya  masing-masing. Tetapi sering kali manusia dalam mengembangkan dirinya sering kali dihanyutkan dan dihempaskan oleh berbagai realita nyata yang ada disekitarnya apakah itu berupa cobaan, kegagalan ,hambatan rintangan, persaingan dsb. Artinya manusia akan menemukan berbagai kendala dalam menuai jati dirinya dan tidak selalu mulus, dan kendala-kendala ini harus kita hadapi dengan mencari berbagai terobosan, mengetahui akar permasalahannya, dan dicari jalan penyelesaiannya , sehingga akan menjawab semua tantangan dan rintangan yang dihadapi manusia sebagai nyata upaya pembelajaran diri, manusia tanpa mengalami proses pembelajaran diri , manusia akan sulit menjadi manusia mandiri.

            Kecenderungan manusia dalam merubah sebagai pribadi mandiri, sering kali pada kenyataannya  menjadi lain, hal itupun sebagai suatu proses pembentukan kepribadiannya.

            Pada dasarnya pembentukan kepribadian adalah suatu proses pembelajaran dalam  diri yang selalu melekat dan tak akan pernah berakhir kecuali berakhirnya dengan kematian.

Proses pembentukan diri melibatkan manusia secara keseluruhan dalam masa sejarah kehidupan pribadi yang merupakan kegiatan masa lampai maupun kegiatan dimasa mendatang. Kemudian  terbentuknya individu dan kegiatan individu tidak ditentukan oleh pengalamannya saja tetapi ada proses interaksi antasa individu dengan lingkungan disekitarnya, dalam hal ini individu sebagai subjek dalam nengelola pengalamannya, bahkan memiliki berbagai pengalamannya. Dan manusia dengan pengalamannya mampu berinteraksi  sebagai mahkuk social, manusia terpanggil untuk mengembangkan dirinya, bertafakur dengan dirinya, melakukan dialog secara terus-menerus dengan lingkungan, dan saling berinteraksi untuk menggapai kualitas pribadi. Manusia  berupaya mendakwakan dirinya untuk beraktualisasi dalam  lingkungan sosialnya dengan menampilkan tahap demi tahap dari perkembangan kepribadian yang mantap dan harmonis sebagai wujud manusia yang mempunyai totalitas.

            Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia, yang mengikat  dalam karakter bangsa Indonesia  sehingga setiap pribadi harus menjadi bangsa yang mandiri dan berkepribadia sesuai dengan falsafah kita. Keberadaan manusia  dimuka bumi ini, ditakdirkan untuk mengisi  kehidupan alam ini, pengelolaan  dan pengaturannya harus dengan sebaik-baiknya tanpa merusaknya .

Menurut agama Islam khususnya, Allah membuat dua pilihan untuk manusia yaitu kemudahan menuju jalan yang baik dan kemudahan menuju kepada jalan yang tidak baik, Iman dan taqwalah inilah yang akan menjadi pribadi mandiri dan mampu memilih jalan yang benar.

Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, pernah beliau mengutarakan gagasannya mengenai perlunya menetapkan kalender Isalam yang akan dipakai sebagai penenggalan dalam urusan administrasi masa kekhalifahannya,dan sebagai kebutuhan kaum muslimin, pada masa itu  penanggalan yang dipakai kaum Muslimin berbeda-beda, ada yang memakai tahun gajah, dimana pada tahun itu terjadi penyerangan dari balatentara Abrahah dari negeri Yanan untuk menyerang Ka’bah, yang kemudian niatnya digagalkan Allah Yang Maha Esa. Dan di tahun itu pula lahirnya nabi Muhammad .SAW.

dan ada pula yang pemakaian tanggal didasarkan kepada hijrahnya Nabi Muhammad dari Makah ke Madinah.

Gagasan untuk membuat penanggalan Islam itu dapat direalisasikan ketika Khalifah Umar bin Al-Khattab mejadi khalifah, sumber keterangan Al-Baruni menyatakan bahwa Khalifah Umar menerima surat dari Gubernur Basrah yang isinya menyatakan” Kami telah banyak menerima surat dari Amirul Muminin, dan kami tidak tahu mana yang harus dilaksanakan terlebih dahulu, dan kami telah membaca agenda kegiatan yang bertanggal Sya’ban, tapi kami tidak tahu persis Sya’ban mana yang dimaksud, apakah Sya’ban tahun ini atau Sya’ban tahun depan yang dimaksud. Rupanya surat dari Abu Musa Al-Asy’ari  ini diterima  Khalifah sebagai suatu permasalahan yang sangat urgen, perlu segera dibuat suatu ketetepan penanggalan yang seragam yang dipergunakan sebagai keperluan admisistrasi dan keperkuan masyarakat umat islam lainnya.

Untuk menetapkan kalender Islam ini,  dicari momertum  yang  sangat  tepat untuk dijadikan patokan sebagai awal permulaan Tahun Baru Islam. Maka Khalifah Umar ini mengadakan musyawarah yang dihadiri oleh pemuka-pemuka agama, dan pembesar-pembesar muslim. Di dalam pertemuan itu ada beberapa momentum penting yang diusulkan sebagai dasar penetapan pada tahun baru islam, dan momentum-momentum itu antara lain:

  1. Dihitung dari hari kelahiran Nabi Muhammad
  2. Dihitung dari wafatnya Rasulallah saw.
  3. Dititung dari hari Rasulullah menerima wahyu pertama di gua Hira yang merupakan awal tugas kenabiannya.
  4. Dimulai dari tanggal dan bulan Rasulallah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah.

Tanggal kelahiran Nabi Muhammad  tidak dijadikan dasar sebagai awal penanggalan kalender islam, karena tanggal itu masih menjadi kontroversi mengenai waktu dalam kejadiannya. Adapun hari wafatnya Rasulullah tidak pula dijadikan dasar sebagai tanggal permulaan kalender Islam , karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kaum muslimin dalam kesedihan yang berkepanjangan terhadap kenangan-kenangannya semasa beliau.

Pada akhirnya forum menyetujui sebagai awal penanggalan islam dihitung sejak Rasulullah hijrah dari Makah ke Madinah, Rasul sampai di Madinah pada hari Senin, 12 Rabi’ al-Awwal yang bertepatan dengan tanggal 24 September 622 M.

 

https://marihanafiah.wordpress.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.